Kanji Character Problem

Saya sempat bingung kenapa karakter Kanji yang saya masukkan di post saya sebelum ini tidak dapat ditampilkan dengan benar dan berubah menjadi tanda tanya. Setelah nanya mbah Google, ada satu metode yang dengan sukses memecahkan masalah tersebut, yaitu dengan menghapus atau mengubah satu baris kode di wp-config.php menjadi komentar.

//define('DB_CHARSET', 'utf8');

Sejujurnya, saya belum paham kenapa masalah tersebut bisa dipecahkan dengan menghapus baris tersebut. Bukannya UTF8 melingkupi Unicode yang memuat Kanji juga ya..?

UTF-8 is made to cover 7-bit ASCII, Unicode, and its superset ISO 10646 (which offers 31 bits width, but seems to be an overkill for most practical purposes). Characters are represented as sequences of 1..6 eight-bit bytes – termed octets in the character set business – (for ASCII: 1, for Unicode: 2..3) as follows:

  • ASCII 0x00..0x7F (Unicode page 0, left half): 0x00..0x7F. Nothing changed.
  • Unicode, pages 00..07: 2 bytes, 110aaabb 10bbbbbb, where aaa are the rightmost bits of page#, bb.. are the bits of the second Unicode byte. These pages cover European/Extended Latin, Greek, Cyrillic, Armenian, Hebrew, Arabic.
  • Unicode, pages 08..FE: 3 bytes, 1110aaaa 10aaaabb 10bbbbbb. These cover all the rest of Unicode, including Hangul, Kanji, and what else. This means that East Asian texts are 50% longer in UTF-8 than in pure 16 bit Unicode.
  • ISO 10646 codes beyond Unicode: 4..6 bytes. (Never seen one yet).

source: http://www2.tcl.tk/515

Sementara biarin dulu lah.. Pokoke iso sik.. Sekalian biar post ini menjadi catetan apa yang pernah saya ubah.. 🙂

Hanabi @Toyohashi Gion Matsuri

Setelah sejak beberapa hari sebelumnya “ngelmu” gimana caranya mengabadikan kembang api di Youtube, setidaknya ada juga yang bisa dipajang. Sebenernya, saya merasa bukaannya terlalu lama sehingga pola kembang api yang tertangkap menjadi sangat banyak dan cenderung membuat terlalu crowded. Tapi, ini hasil jepretan favorit saya karena berhasil mengabadikan kembang api yang berwarna-warni. 🙂

Note: 花火 (“hanabi”) ← 花 (= bunga, kembang) + 火 (= api). Jadi, bisa dibilang yang memperkenalkan “kembang api” di Indonesia itu orang Jepang. 😀

Bersih-Bersih Kipas Prosesor Laptop

Merasa sudah 6 bulan lebih kipas prosesor laptop tidak saya bersihkan, saya menyempatkan diri untuk membersihkannya. Setelah dibongkar, seperti dugaan saya, kipasnya sangat berdebu. Lihat saja foto-foto berikut. Bandingkan juga dengan foto setelah kipasnya saya bersihkan. ^_^

Unfortunately, saya sempat melakukan kebodohan saat mengembalikan kipas ke posisinya semula. Saya lupa menghubungkan kembali kabel kipasnya ke mainboard. Alhasil, setelah saya pakai sekitar 1 jam, laptop mati tiba-tiba. Ketika saya mencoba menghidupkannya kembali, laptop tidak merespons. It made me panic.

Setelah mencoba berpikir tenang, akhirnya mendapat ide untuk mengecek kembali yang sebelumnya dibongkar. Alhamdulillah, ketemu penyebabnya: kabelnya lupa dicolokkan kembali. Tampaknya, si laptop mati tiba-tiba karena mengalami overheat. Ngeri juga sebenernya, karena alasan saya (berusaha) rutin membersihkan kipas prosesor (dan GPU) adalah untuk menghindari overheat yang dapat menyebabkan kerusakan prosesor atau GPU. Mainboard yang terpasang ini pun adalah mainboard pengganti karena yang sebelumnya rusak bagian GPU-nya, diduga disebabkan overheat, meski juga diduga karena ada cacat produksi.

Aditya Arie Nugraha's weblog